

Bulan Agustus menjadi bulan yang sangat sibuk bagi warga Indonesia. Selain diperingati sebagai bulan Kemerdekaan, didalamnya juga terdapat rangkaian kegiatan yang akan diisi oleh anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak. Biasanya untuk menghias keindahan lingkungan komplek atau kampung, ada hal yang biasa bapak-bapak “pasang” menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia diantaranya;
Pertama, Pasang Bendera.
Sudah menjadi kewajiban kegiatan pasang bendera menjadi hal yang tanpa disuruh pun bapak-bapak dengan sadar diri melakukannya. Ini adalah bukti bahwa bapak-bapak sangatlah menghargai jasa para pahlawan yang telah menumpas para penjajah di bumi Pertiwi ini.
Kedua, Pasang Umbul-Umbul.
Minum kopi tanpa ada singkong atau pisang goreng di meja berasa tak afdol. Begitu sebaliknya kata bapak-bapak kalau sudah pasang bendera tidak pasang umbul-umbul di lingkungan komplek atau kampung akan terasa sepi, (kagak resep). Dari kejauhan kalau bendera dan umbul-umbul sudah terpasang, kan jadi hidup nuansa kemerdekaannya.
Ketiga, Pasang Sumato.
Jika sudah Merdeka dari penjajah, bapak-bapak jangan lupa harus Merdeka juga dari kebakaran. Penjajah dulu menyerang bangsa ini dari segala penjuru arah, ujung-ujungnya banyak korban yang tak terselamatkan. Kalau sekarang ingin Merdeka dari kebakaran dan aset-aset kita tidak ingin menjadi korban, bisa lengkapi semuanya dengan Sumato. kalau untuk di rumah ada SM 10, mobil ada SM 05 dan SM 40 untuk pergudangan bapak-bapak yang mempunyai usaha.
Selanjutnya, aktivitas bapak-bapak yang kalau diikutin tidak akan ada ujungnya. Misalkan lomba panjat pinang, balap karung pakai helm, merias istri dengan mata tertutup dan masih banyak lagi agendanya sampai sebulan full Agustus. Itu yang lucu-lucuan dan serunya, kalau malam 17-an bapak-bapak tidak pernah absen sih untuk mengikuti malam Tirakatan/Tasyakuran dalam rangka berdoa atas segala nikmat dan menjaga bangsa ini demi keutuhan Bhineka Tunggal Ika.
Semoga bapak-bapak dimanapun selalu diberikan Kesehatan dan umur Panjang. Tidak boleh mengeluh ataupun sakit karena dimana-mana, adanya Rumah Sakit Ibu dan Anak. Lestari negeriku, Dirgahayu Republik Indonesia!.
