PENTING !! Akun Instagram dan Facebook resmi @sumatoid & Sumato ID sudah tidak aktif, harap tidak melakukan transaksi melalui akun tersebut, segala bentuk kerugian di luar tanggung jawab kami, follow dan share akun baru Kami Instagram @sumato_official & Facebook Sumato IDN

Charging Mobil Listrik di Rumah: Aman atau Berisiko Kebakaran?

 

Mobil listrik semakin banyak kita lihat di jalanan Indonesia. Seiring modelnya yang semakin beragam, fasilitas chargingnya juga mulai semakin mudah ditemukan. Bahkan, banyak pemilik mobil listrik yang memilih pasang dan melakukan charging di rumah, terutama pada malam hari saat kendaraan sedang tidak digunakan.

Praktis memang, tinggal parkir, sambungkan charger, lalu ditinggal tidur. Kemudian muncul satu pertanyaan yang cukup wajar “Charging mobil listrik di rumah itu sebenarnya aman nggak, sih?”

Jawabannya, charging mobil listrik pada dasarnya bisa dilakukan dengan aman selama perangkat yang digunakan sesuai standar dan instalasinya benar. Namun, seperti penggunaan peralatan listrik pada umumnya, tetap saja ada potensi risiko yang perlu diperhatikan, sepert risiko panas berlebih, korsleting, hingga kebakaran.

Bukan berarti punya mobil listrik harus jadi “parno” setiap kali ngecharge. Justru, dengan memahami risikonya, kita bisa tahu apa saja yang perlu dilakukan agar proses charging tetap aman.

Kenapa Charging Mobil Listrik Perlu Perhatian Khusus?

Berbeda dengan mengisi daya ponsel yang hanya membutuhkan daya relatif kecil, segitu pun masih sering jadi penyebab kebakaran, apalagi proses charging kendaraan listrik membutuhkan daya yang jauh lebih besar dan biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Selama proses charging, listrik mengalir dari sumber listrik menuju sistem pengisian dan baterai kendaraan. Jika seluruh komponen berada dalam kondisi baik dan instalasinya sesuai, tentu tidak akan menjadi masalah. Namun, kondisi seperti kabel rusak, konektor bermasalah, instalasi yang tidak sesuai kapasitas, atau sambungan listrik yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya overheat.

Apakah Charging Mobil Listrik Bisa Menyebabkan Kebakaran?

Potensi kebakaran sebenarnya tidak hanya dimiliki kendaraan listrik. Hampir semua perangkat yang menggunakan listrik memiliki risiko jika digunakan secara tidak tepat atau mengalami kerusakan. Pada kendaraan listrik, risiko dapat berkaitan dengan beberapa faktor, seperti:

  1. Instalasi listrik tidak sesuai

Charging kendaraan listrik membutuhkan suplai listrik yang cukup. Bila instalasi rumah tidak berkapasitas untuk menangani beban tersebut, komponen listrik dapat bekerja di luar kapasitas yang seharusnya. Karena itu, sebelum memasang fasilitas charging di rumah, penting untuk memastikan kapasitas listrik dan instalasinya memang sesuai.

  1. Kabel atau konektor yang rusak

Kabel charger yang terkelupas, konektor yang longgar, maupun komponen yang mengalami kerusakan sebaiknya tidak dianggap sepele. Kerusakan kecil pada komponen listrik dapat berkembang menjadi masalah yang lebih fatal jika terus digunakan.

  1. Penggunaan sambungan listrik yang tidak tepat

Menggunakan extension cable atau terminal listrik secara sembarangan untuk kebutuhan charging juga sebaiknya dihindari. Bukan berarti setiap penggunaan sambungan tambahan pasti menyebabkan kebakaran. Namun, penggunaan perangkat yang tidak sesuai kapasitas dapat meningkatkan risiko panas berlebih.

  1. Kondisi baterai

Baterai kendaraan listrik menggunakan teknologi yang cukup kompleks. Apabila ada kerusakan fisik, seperti suhu yang terlalu tinggi, atau gangguan pada sistem baterai dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Untuk itu rajin-rajin cek baterai yah .

Lalu, Bagaimana Cara Aman Charging Mobil Listrik di Rumah?

Sebenarnya tidak rumit, hal paling penting adalah tidak asal pasang dan mengabaikan kondisi perangkat. Gunakan perangkat charging yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan atau teknisi yang kompeten,  hindari menggunakan charger, kabel, atau adaptor yang tidak jelas spesifikasinya hanya karena harganya lebih murah.

Pastikan instalasi listrik diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan, sebelum memasang charging station di rumah. Kalau perlu, gunakan jasa teknisi yang memahami instalasi charging kendaraan listrik.

Sebelum charging, perhatikan kondisi kabel dan konektor. Jika terlihat rusak, terlalu panas, berubah warna, atau ada tanda-tanda kerusakan lainnya, sebaiknya hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan.

Area tempat charging sebaiknya tidak dipenuhi barang-barang mudah terbakar seperti kardus, kain, bensin, cairan mudah terbakar, atau benda lainnya. Sebaiknya garasi yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak dijadikan tempat menumpuk barang.

Jika muncul bau terbakar, suara yang tidak biasa, panas berlebihan, asap, atau indikator peringatan maka jangan dianggap normal. Segera hentikan proses charging jika memang aman untuk melakukannya dan periksa sumber masalahnya.

Bagaimana kalau Charging Dilakukan Saat Malam Hari?

Nah, ini bagian yang sering terlupakan. Banyak orang memilih charging pada malam hari, mobil diparkir di garasi, charger dipasang, lalu pemilik rumah tidur. Namun, kita juga perlu menyadari bahwa tidak ada yang bisa mengawasi kondisi charging sepanjang malam, selain itu penggunaan Listrik dimalam hari juga bisa lebih besar, karena banyak digunakan untu lampu penerangan, ac, dll.

Kalau terjadi gangguan listrik atau muncul api pada tahap awal, respons yang cepat tentu menjadi hal penting. Semakin lama api dibiarkan, semakin besar kemungkinan api menyebar ke bagian kendaraan, bangunan, atau benda di sekitarnya.

Maka dari itu, selain melakukan pencegahan, perlindungan kebakaran tambahan di area charging juga patut dipertimbangkan.

Apakah APAR Tabung saja Cukup?

APAR tabung memang penting untuk menghadapi kebakaran di tahap awal. Tapi masalahnya, APAR tabung biasa tetap membutuhkan orang untuk mengambil, mengarahkan, dan menggunakannya saat api muncul.

Padahal, kebakaran bisa terjadi ketika malam hari atau saat tertidur sekalipun. Nah, disinilah APAR Otomatis Sumato dapat menjadi perlindungan tambahan. Sumato dirancang untuk membantu memadamkan api secara otomatis ketika terkena api sejak kecil, sehingga tidak harus menunggu seseorang datang dan mengoperasikan APAR terlebih dahulu.

Bukan berarti APAR biasa tidak dibutuhkan. Justru, kombinasi APAR manual dengan APAR otomatis Sumato bisa menjadi langkah antisipasi yang lebih lengkap, terutama untuk area seperti garasi, panel listrik, dapur, hingga area charging kendaraan listrik.

 

Leave a Reply

PENTING !! Akun Instagram dan Facebook resmi @sumatoid & Sumato ID sudah tidak aktif, harap tidak melakukan transaksi melalui akun tersebut, segala bentuk kerugian di luar tanggung jawab kami, follow dan share akun baru Kami Instagram @sumato_official & Facebook Sumato IDN