

Siapa yang tak kenal Orjan Nyland, kiper yang penampilanya spektakuler membawa timnas Norwegia melaju ke babak perempat final Fifa World Cup 2026 untuk pertama kalinya. Kemenangan tersebut didapat setelah mengalahkan tim Samba, Brazil dengan torehan 2-1. Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan, Norwegia atas rekor tak pernah terkalahkan melawan Brazil selama pertemuannya di kancah Piala Dunia.
Kemenangan tersebut tak lepas dari peran Nyland, sosok kiper yang yang menjadi pahlawan di bawah mistar gawang dengan membukukan empat penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan eksekusi penalti gelandang Brasil, Bruno Guimaraes, di babak pertama dan pada menit ke-86 melakukan tepisan brilian.
Kiper berusia 35 tahun itu mengungkapkan bahwa keberhasilannya membaca arah bola bukanlah faktor keberuntungan semata, melainkan buah dari persiapan yang sangat matang di balik layar. “Semua ini berkat persiapan. Saya melakukan riset mendalam. Saya bekerja sangat erat dengan pelatih mental saya, yang merupakan ahli dalam hal ini, serta tim analis dan pelatih kiper kami. Ini adalah ucapan terima kasih yang besar untuk mereka semua,” ungkap Nyland.
Sosok berikutnya berasal dari seorang kepala sekolah menengah dari Tribhuvan Trishuli di Nuwakot- Nepal bernama Rajendra Dawadi. Dawadi telah berhasil menyelamatkan 900 siswa saat banjir bandang melanda Nepal pada Rabu (26/8 lalu).
Hal itu karena dia mau mendengar peringatan dari empat orang yang datang ke sekolahnya dan memang tempat tinggalnya di dekat hulu sungai. Mereka memberi tahu agar segera meninggalkan sekolah. Tanpa pikir panjang, ia segera bertindak.
“Saya memutuskan tidak boleh menunda lagi,” katanya kepada BBC . “Meskipun banjir tidak akan datang, itu hanya masalah meninggalkan satu hari jalannya kelas saja”, tambahnya.
Ternyata keputusannya tepat. Dawadi mengatakan bahwa selama evakuasi sekolah, ia melihat sebuah bangunan asrama sekitar 100 meter dari sungai dilalap oleh derasnya air banjir.
“Jika kami mengambil keputusan 10 menit lebih lambat, kita semua, termasuk para siswa dan saya, tidak akan bisa berbicara kepada Anda hari ini,” katanya.
Kisah Nyland, kiper Norwegia juga dapat membuka mindset seperti halnya perhatian kita terhadap bahaya kebakaran yang tak pernah tahu kapan bisa terjadi dan menimpa siapa saja. Bahwasannya persiapan dan melakukan riset terhadap alat pemadam sebagai upaya proteksi akan jauh berarti dalam mencegah kerugian yang lebih besar. Alat pemadam api tersebut dapat dipesan disini. Jika Nyland adalah pahlawan dibawah mistar gawang, Sumato bisa menjadi pahlawan dibalik bahaya kebakaran.
Sementara Rajendra Dawadi, mendengarkan masukan dari orang lain dan mengambil timing yang tepat, dan ini menjadi kunci dalam menyelamatkan segala resiko yang lebih besar pula. Jangan sampai menunda, dalam mengambil keputusan apapun secara lambat termasuk soal kebakaran. Sehingga konsekuensinya tidak akan pernah lagi melihat aset yang kita miliki selamanya.
Referensi:
