

Baru satu bulan kita memasuki tahun 2026, rentetan insiden mobil terbakar di jalan tol kembali menjadi sorotan. Mulai dari terbakarnya bus pariwisata di Tol Lampung (14/1) hingga truk box di Tol Cijago (12/1), kasus kebakaran kendaraan di jalur bebas hambatan masih menjadi ancaman nyata yang dapat mengancam keselamtan serta menghanguskan aset dalam hitungan menit.
Mengapa Mobil Sering Terbakar Tiba-tiba di Jalan Tol?
Berdasarkan data operasional jalan tol, lebih dari 60% kasus kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor teknis saat berkendara di jalan tol, yaitu:
- RPM Tinggi & Suhu Ekstrem:
Berkendara dengan kecepatan tinggi, apalagi di atas 100 km/jam di jalan tol dapat memicu panas mesin yang tinggi yaitu 110 – 120 derajat Celcius. Apabila terdapat kabel yang terkelupas atau modifikasi yang berlebihan dan tidak sesuai standar, percikan api akan sangat mudah muncul.
- Kebocoran Tangki BBM:
Frekuensi getaran yang tinggi saat mobil melaju kencang bisa memperparah apabila kondisi tangki BBM sebelumnya sudah memiliki kebocoran pada sambungan atau di area selang, hal ini bisa mengakibatkan bahan bakar menetes kemana-mana dan itu menjadikan rawan terjadinya kebakaran.
- Faktor Eksternal:
Benturan akibat kecelakaan hingga terjadi pecahnya ban, bisa mengakibatkan gesekan yang memicu api. Seperti kasus kecelakaan sebuah bus jurusan Bandung-Denpasar yang terbakar di kawasan tol Jombang, Jawa Timur pada 17 April 2024 yang disebabkan oleh gesekan pelek dengan jalan tol, memicu percikan api hingga membakar seluruh bus.
- Kendala APAR Manual Saat Darurat :
Saat api muncul di balik kap mesin, pengemudi biasanya mengalami kepanikan luar biasa. Mengandalkan APAR manual seringkali terlambat karena:
- Risiko Membuka Kap: Membuka kap mesin saat api menyala justru memberikan pasokan oksigen yang membuat api semakin besar.
- Waktu Reaksi: Umumnya pengendara dan penumpang telat menyadari kemunculan api, setelah itu untuk memadamkan kebakaran mobil membutuhkan waktu untuk menepi, mengambil alat pemadam terlebih dahulu, dan memfungsikannya. Padahal, api tidak akan menunggu kesigapan kita, melainkan api dengan sangat cepat akan merambat bahkan hingga ke kabin. Untuk itu perlunya APAR Otomatis yang terpasang di kap mesin.
Langkah Pencegahannya bagi Pengemudi
Berkendaralah dalam kecepatan wajar sehingga bisa meminimalisir resiko, selain itu jangan lupa untuk rutin pengecekan kabel-kabel hingga cek tangki bahan bakar dan salurannya, pastikan tidak ada rembesan oli, bensin, pada area mesin sebelum menempuh perjalanan jauh. Pemilik kendaraan juga sangat disarankan untuk melakukan cek rutin pada sistem pendingin (radiator).
Pencegahan dengan Alat Pemadam Api Otomatis
Sebagai salah satu langkah pencegahan, penggunaan alat pemadam otomatis Sumato tipe SM-05 menjadi solusi cerdas dan standar baru keamanan berkendara tahun 2026. Alat ini bekerja tanpa perlu bantuan manusia dan memiliki keunggulan:
- Sensor Cerdas : Aktif secara otomatis saat sensor sumbu terkena lidah api.
- Pemadaman 5 Detik: Memadamkan api di area mesin sebelum sempat membesar.
- Bebas Perawatan : Memiliki masa aktif hingga 3 tahun tanpa perlu pengecekan tekanan rutin, menjadikannya investasi keamanan yang efisien.
- Pemasangan Mandiri : Cukup diletakkan di area rawan api (dekat mesin atau kelistrikan) tanpa memerlukan instalasi kabel tambahan.
Menjaga kendaraan bukan sekadar menjaga harta benda, melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa penumpang dari risiko kebakaran yang tak terduga. Lindungi perjalanan Anda sekarang sebelum terlambat.
